<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Soft Power on Budaya Pop Korea, Jepang, dan Barat</title><link>https://budayaluar.com/tags/soft-power/</link><description>Recent content in Soft Power on Budaya Pop Korea, Jepang, dan Barat</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Tue, 10 Feb 2026 10:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://budayaluar.com/tags/soft-power/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Analisis Sosio-Linguistik: Difusi Leksikal Melalui Ekspansi Konten Budaya Korea di Indonesia</title><link>https://budayaluar.com/posts/evolusi-semantik-korea-v2/</link><pubDate>Tue, 10 Feb 2026 10:00:00 +0700</pubDate><guid>https://budayaluar.com/posts/evolusi-semantik-korea-v2/</guid><description>&lt;p&gt;Fenomena &lt;em&gt;Hallyu&lt;/em&gt; atau Gelombang Korea telah bertransformasi dari sekadar tren konsumsi hiburan menjadi kekuatan sosiokultural yang mendalam di Indonesia. Sejak awal tahun 2000-an, melalui penayangan drama televisi hingga ledakan musik pop Korea (K-Pop) di platform digital, masyarakat Indonesia tidak hanya mengadopsi gaya hidup, tetapi juga mengalami pergeseran linguistik yang signifikan. Fenomena ini dalam sosiolinguistik dikenal sebagai difusi leksikal, di mana unit-unit bahasa (kosakata) berpindah dari satu bahasa ke bahasa lain melalui kontak budaya yang intens, meski tanpa interaksi fisik secara langsung secara masif.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Analisis Sosio-Linguistik: Difusi Leksikal Melalui Ekspansi Konten Budaya Korea di Indonesia</title><link>https://budayaluar.com/posts/pengaruh-drama-korea-pada-kosakata-harian/</link><pubDate>Tue, 10 Feb 2026 10:00:00 +0700</pubDate><guid>https://budayaluar.com/posts/pengaruh-drama-korea-pada-kosakata-harian/</guid><description>&lt;p&gt;Fenomena globalisasi telah mengubah peta interaksi linguistik secara radikal di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Salah satu katalisator paling signifikan dalam pergeseran ini adalah &lt;em&gt;Hallyu&lt;/em&gt; atau Gelombang Korea. Sejak awal tahun 2000-an, melalui drama televisi (&lt;em&gt;K-Drama&lt;/em&gt;) dan musik pop (&lt;em&gt;K-Pop&lt;/em&gt;), kebudayaan Korea Selatan tidak hanya mengekspor estetika visual dan melodi, tetapi juga melakukan penetrasi linguistik yang sistematis ke dalam struktur komunikasi harian masyarakat Indonesia. Analisis sosio-linguistik ini akan membedah bagaimana difusi leksikal terjadi, mengapa kata-kata tertentu diadopsi, dan bagaimana hal tersebut merefleksikan dinamika kekuasaan budaya di era digital.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>