<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Studi Budaya on Budaya Pop Korea, Jepang, dan Barat</title><link>https://budayaluar.com/categories/studi-budaya/</link><description>Recent content in Studi Budaya on Budaya Pop Korea, Jepang, dan Barat</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Sun, 22 Feb 2026 09:15:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://budayaluar.com/categories/studi-budaya/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Hegemoni Bahasa Internet: Evolusi Slang Gen Z sebagai Instrumen Diplomasi Budaya Digital</title><link>https://budayaluar.com/posts/hegemoni-bahasa-internet/</link><pubDate>Sun, 22 Feb 2026 09:15:00 +0700</pubDate><guid>https://budayaluar.com/posts/hegemoni-bahasa-internet/</guid><description>&lt;p&gt;Fenomena kebahasaan di era digital tidak lagi sekadar tentang pertukaran pesan, melainkan telah bertransformasi menjadi medan tempur pengaruh budaya yang sangat dinamis. Bahasa internet, yang sering kali diremehkan sebagai sekumpulan jargon yang tidak baku, kini telah mencapai titik di mana ia menjalankan fungsi hegemonik dalam struktur komunikasi global. Gen Z, sebagai penduduk asli digital (&lt;em&gt;digital natives&lt;/em&gt;), tidak hanya menggunakan bahasa ini untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk mendefinisikan batas-batas identitas, kekuasaan, dan diplomasi budaya di ruang siber.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>